Selasa, 17 Februari 2015

PUISI PAK...




INDAHNYA PERSAHABATAN



Malam terang benderang,
Bergemerlapan bintang-bintang yang indah,
Membicarakan dunia kita yang suram,
Kawan lihatlah kawanmu,
Berjanjilah kau takkan meninggalkannya sampai mati,
Tuk setia berdiri disampingnya.

kawanku, jangan pernah kau merasa sedih,
Tataplah matahari pagi yang cerah,
Kumpulkanlah  semangatmu,
Disini terus tuk bernyanyi,
Walau suka duka menghiasi hidup inii.

Aku kamu dia dan mereka,
Walau terpuruk,walau diatas,
Yang tertawa bersama-sama,
Akan tak sanggup ,
Tuk tahan air mata.

Karena kita semua ini manusia,
Walau batas yang kita miliki,
Tapi tetaplah kau berdiri tegap,
Hantam  apapun yang menghalangi,
Dengan sangat terhormat.


CERPEN PAK...




KEHIDUPAN SRI
                                                                       


Sri anak kedua dari 3 bersaudara ini tinggal dengan kedua saudaranya.Ayah dan ibunya telah meninggalkannya sewaktu ia masih berumur 3 tahun.Kakaknya Supri adalah oprang yang menghidupinya setelah kepergian orang tuannya.Bersama adiknya Ruli yang selalu menemaninya.

Suatu hari Sri dan adiknya pergi ke supermarket terkenal di kotanya.Dengan tujuan ia akan membeli alat alat tulis untuk ujian.Namun, adiknya yang masih berusia 6 tahun tak menghiraukan apa yang di lakukan kakaknya.Ia merengek rengek meminta eskrim.” Mbak,aku minta es krim yang itu ya.”. Sri membalas, “dik mbak lagi nggak bawa uang pas nanti ya kita pulang dulu, trus belinya di toko Kang Udin.” Dengan perasaan terluka,adiknya lepas dari gandengan Sri dan ia lari menuju ke jalan raya. Namun,naas apa yang terjadi padanya ia terserempet oleh sepeda motor yang melaju dengan kencangnya. Sri yang melihat kejadian itu terus berteriak “ Awas Rull.” Namun semua itu terlambat. Daer adinya terlempar sejauh 3 meter.Sri yang bingung lalu menelpon kakaknya Supri. “Bang-bang Ruli bang.” Kakaknya yang binggung menjawab,”kenapa ama Ruli,Neng”. Sri manjwab, “sini aja bang ke klinik deket AlpaMert depan gang,ya ya.” Dengan persaan bimbang abangnya pergi ke rumah sakit.

Di rumah klinik,Rulli langsung mendapatkan pertolongan. Kepalana yang berdarah nampak serius langsung mendapatkan pertolongan dokter.Sri yang merasa kebingungan sanagt merasa bersalah.”Mengapa kau tidak bisa menjaganya, dasar aku bodoh.” Ucapnya dalam hati. Melihat dokter keluar dari ruangan Sri langsung menyergapnya.” Dok-dok bagaimana Keadaan adik saya dok ?”.”Tidak apa pa dek,adekmu hanya mengalami masalah kecil. Untung Kepalanya hanya terbentur oleh setaang saja. Hanya kakinya sedikit kesleo.”,jawab dokter.

Supri pun tiba di klinik.Ia mencari adik adiknya.Sesampainya di depan Sri ia langsung memarahinya.”Kamu ini bagaimana,sudah kaka bilang jaga adikmu baik baik.Tapi kamu  malah menyelakannya. Bagaimana keadaan adikmu sekarang ?”. “Ruli cuma kebentur kepalanya Bang.Sama lecet lecet sedikit.Kakinya juga kesleo.”,jawab Sri dengan ketakutan.”Apa kayak gitu kamu anggap gak apa apa?”,jawab Supri. “Cplak”, supri yang marah langsung menampar Sri. Ia pun membayar biaya pengobatan dan mengajak pulang kedua adiknya.

Sesampainya dirumah Sri langsung lari menuju ke kamarnya.Supri yang mellihatkejadian itu hanya diam saja dengan menggandeng Ruli.” Dek,gimana masih sakit?”.”Sedikit Bang,Ruli kan Anak kuat.”,jawab Ruli. “Yaudah,sana mandi langsung ajak mbak makan ya.”,sahut supri.”Iya bang”,jawab Ruli.

Sesudahnya makan malam Sri yang masih marah kepada abangnya langsung menuju ke kamarnya.tanpa berkakata apa apa ia nyelonong begitu saja.Abang dan adiknya yang melihatkan hanya melihatnya tanpa melakukan tindakan apapun.Supri langsung mengajak adeknya belajar bersama.Seusainya belajar mereka menuju ke kamar untuk tidur.
Sri yang pergi ke kamar lebih dahulu belum bisa tidur juga.Jam dinding sudah berdentang dua kali. Setengah malam telah terlewati. Sri masih duduk tepekur di sudut kamar. Matanya sembab. Ia belum berhasil memejamkan mata. Ia beringsut ke depan cermin yang menempel di dinding kamar. Pipinya yang lebam masih terlihat jelas.Itu disebabkan oleh perlakuan kakaknya Supri.Hal itu dilakukannya agar membuat Sri jera dengan perbuatannya.Perbuatan yang ia lakukan pada siang itu.Ia termenung di pojokan dengan merenunggkan apa perkataan ibunya sebelum meninggalkannya, “Sri,jadilah anak yang membanggakan,jangan sekalipun menyusahkan kakamu,kasian dia telah berkerja semaksimal mungkin untuk menghidupi kau dan adikmu”.Sri pun menangis dan beranjak tidur lagi dengan harapan esok kan lebih indah.

Rabu, 04 Februari 2015

Tugas Pak Sartono


PARAFRASE PUISI

 -TUHAN MENEGURMU-

Tuhan menegur kita dengan sopannya. Tapnpa membuat hal – hal yang membuat kita ketakutan. Lewat perut anak anak yang kelaparan. Menguji kepekaan kita. Apakah kita dapat menyisihkan sedikit harta kita untuk bersedekah dan membayar zakat. Akan tetapi, kita tidak ingat darimana rezeki yang kita dapatkan darimana asalnya jika bukan dari-Nya.

Tuhan menegur kita dengan sopan. Kepada kita yang selalu meninggalkan kewajiban kita. Lewat semayup azan yang menguji ketertiban kita dalam melaksanakkan sholat. Akan tetapi, kita taidak menghiraukannya. Kita terlalu sibuk dengan apa yang kita kerjakan, sehingga kita tidak melaksanakan kewajiban yang diwajibkan. Dengan demikian, teguran Tuhan lewat semayup azan sering tidak kita dengarkan.
Akibat kurang peka dan kurang tertibnya kita Dallam menjalankan peritah-Nya. Tuhan menegur kita semua dengan cukup kesabaran. Cobaan cpbaan dibrikan kepada kita dengan skala yang cukup kecil. Seperti gempa bumi yang mengguncang yang mengakibtkan banyak nyawa melayang, kerusakan yang cukup serius. Selain itu, deru angin meraung kencang, mengakibatkan pohon – pohon, atap rumah berterbangan. Mengakibatkan kesrusakan material yang cukup besar. Teguran tuhan juga berupa hujan badai yang melintang pukang. Menghanyutkan rumah rumah pemukiman. Akan tetapi, manusia tidak mendengarkan teguran teguran-Nya dengan hati dan ketulusan jiwa yang bersiah.